Langsung ke konten utama

Mau Kemana Kita Sekarang?


Sarjana Termuda nih, Sampe tegang gitu


Bingung Cari Kado buat Sahabat, Kakak, Adik atau Pacar Halal Kamu yang Wisuda?
Sepertinya akhir-akhir ini Timeline Instagram dipenuhi foto-foto mahasiswa tua yang berfoto di depan tulisan jurusan/prodinya sambil menggunakan almamater minjem, kemudia ditemani teman-temannya yang belum lulus, adik kelasnya, hingga mentereng kekasih hatinya yang dijanjikan akan segera sah pasca wisuda sembari membawa bouqet yang paling mahal dari sista OlShop seperti kutipan diatas, atau sekedar snack bouqet yang penuh micin, atau sekedar nyolong kembang depan kampus. Yah! Musim Wisuda memberikan warna tersendiri bagi mahasiswa yang sudah ngempet pigin lulus, tak peduli cumlaude, nilai skripsi atau mau kemana sekarang? yang penting selfie dulu, upload kemudian.

Graduation Archive danielteolijr.wordpress.com


Tidak terlepas dari fenomena tersebut beberapa waktu lalu ketika ngaskus dan mampir ke trit newbie yang udah bejibun komentarnya membawa saya meng-klik salah satu trit milik 'jejaka hebat'. Namanya "simpslop" cek dimari https://www.kaskus.co.id/thread/54e931a0c0cb17f23a8b4568/sarjana-nganggur-susah-cari-kerja-kisah-nyata/. Ternyata trit tersebut tidak jauh membicarakan pengalaman menjadi 'Pengacara" alias "Pengangguran Banyak Acara". Kurang lebih begini isi trit yang saya kutip.

gue dulu sempet berpikir kalau lulus nanti bisa langsung ngajar (kerja) secara bokap gue udah pns guru.. jadi bisa ikutan jadi guru dah, tp kenyataan berkata lain pas tahun 2010, ortu gue pergi haji.. gue mah seneng2 aja, berharap pulangnya dapet peci putih, biar jadi golongan putih gitu.. tapi…. Sepulang haji bokap gue meninggal.. meninggalnya pas baru aja nyampe bandara jadi belum sampe rumah.. gue sedih banget.. gue ampe gak tau harus gimana lagi, cuman bokap gue panutan hidup n pegangan gue… serasa masa depan gue hilang.. tapi gue bisa bangkit bung.. 5 tahun berlalu, gue akhirnya bisa lulus, walaupun dipaksain.. biar cepet, kagak bayar2 lagi.. tapi setelah lulus gue jadi pengangguran akut gaisss ampe sekarang gue jadi pengacara (pengangguran kagak ada acara) selama 8 bulan ini. Gue udah nglamar kemana2.. tapi gue utamain deket2 kota aja soalnya kasian nyokab sendirian di rumah.. lamaran gue rata2 pada dipanggil tapi pas tes gue selalu gagal, entah itu tes interview atau apalah… gue kesel ama diri gue sendiri, apa yang salah terhadap gue.. dibilang pinter ya lumayan, ipk g jelek2 banget, dibilang ganteng ya lumayan secara tinggi gue 170 n berat badan gue ideal kalau muka gak jelek banget, penampilan gue lumayan modis lah.. gak cupu2 amat. Temen2 gue udah pada gawe rata2 ada chanel soalnya, macam dari om nya, bokap nya, saudaranya lah.. tapi gue kagak punya saudara yang macam itu,.. mungkin ni gara2 gue salah jurusan, coba dulu gue milih jurusan yang murni.. rata2 yang dibutuhin perusahaan tu yang murni macam akuntansi, hukum dll.
Nah itu kutipan dikit dari spoilernya si masnya yang ga jelek-jelek amat katanya. Disamping kemalangan yang menimpanya saya cukup salut dari usahanya, yang ngga menyerah dan tetap berusaha bahkan sampe share trit dikaskus yang artinya dia juga peduli dengan mahasiswa lain yang lulus atau bakal lulus agar dari kisahnya bisa lebih tahu kejamnya per-sikutan di job fair. 

Dulu banget sempat mengenal seorang mahasiswa yang sedang kuliah di Surabaya dan bisa dikatakan pengalamannya di organisasi bejibun, IPK cumlaude, predikat mahasiswa teladan selalu melekat di kaos merah jurusannya. Ngga lama kemudian sekarang ybs bekerja di perusahaan asuransi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan yang ditekuni, teknik perkapalan.

Kadang pilihanmu ngga banyak, tapi ngga masalah namanya juga fresh graduate, udah bosen med ngelumpuk di job fair
Begitu kisahnya, banyak hal yang harus dipikirkan pasca wisuda. Angan-angan kuliah lagi terbayang biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan studi, harapan besar orangtua untuk anaknya sudah bisa mandiri tanpa perlu "ma, uang bulanan habis transfer yah", atau bahkan si calon yang udah ngebet nyeret kamu ke KUA. Menjadi seorang sarjana bukan hanya suatu kebanggaan graduation party atau bertambahnya sebaris gelar dibelakang namamu. Ada banyak kisah dan pengalaman yang menantimu kedepan, kalau sebelumnya kita mengeluhkan dunia perkuliahan yang tak seindah cinta dimusim cherry maka tanya diri yang sudah bertoga "Siapkah kamu menghadapi dunia kerja?" tunggu dulu itu terlalu cepat, sama seperti trit kaskus diatas, cari kerja apalagi untuk fresh graduate itu tidak semudah menyatakan cinta kepada HRD. Jadi pertanyaannya "Mau Kemana Kita Sekarang?". Mau buka usaha? Jadi seperti Om Bob Sadino? Udah ada modal kah?. Pada intinya jangan mudah menyerah, tetaplah menjadi survivor bagi kehidupanmu, tidak ada yang mudah, sering-seringlah mendatangi masjid untuk berdoa dan ke job fair sebagai bentuk usaha kamu dalam pencarian rezeki.

Buat yang sekarang masih belum wisuda, planning  kedepannya mau kemana dan capailah itu! karena kehidupan tidak akan berhenti sebelum benar Allah memanggil kita, jadi rencanakan dengan baik, niatkan sebagai semata-mata untuk ibadah karena jika engkau mencari akhirat maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat digenggamanmu.

“Sesungguhnya janji-janji Allah itu benar , maka janganlah kehidupan dunia menipu kalian dan jangan sekali-kali setan menipu kalian dijalan Allah.” (Luqman: 33)

Dan teruntuk yang masih mencari kerja, tetaplah berdoa dan berusaha, kalian juga bisa mengkases www.indeed.com dan https://id.jobsdb.com/id/id  sebagai refrensi. Semoga sukses!


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’alamengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

with aisyah dan pak aca, Aisyah adalah gadis Aceh yang juga 
seorang mahasiswa Istanbul jurusan pertambangan 
yang bekerja di toko souvernir di Istanbul. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Aisyah RA : Karena Cantik Tak Cukup

WANITA, dialah salah satu manusia yang memiliki peranan penting dalam membentuk generasi-generasi umat. Menilik kembali kepada sejarah masa lalu, di mana banyak para wanita-wanita hebat yang diabadikan namanya dalam sejarah serta menjadi panutan bagi umat Islam secara umum dan wanita secara khusus. Salah satu contoh  the   great   of   women yang namanya tetap harum sepanjang sejarah yaitu Siti Aisyah binti Abu Bakr Ash-Shiddiq. Siti Aisyah binti Abu Bakr Ash-Shiddiq lahir dari keluarga yang luhur dan terhormat. Ayahnya Abu Bakr r.a merupakan  shahabat  Nabi saw. yang selalu mendampingi dakwah Rasulullah saw. dan tidak segan-segannya menginfakkan harta bendanya untuk kepentingan islam. Ibunya bernama Ummu Ruman. Aisyah merupakan seorang wanita yang cerdas lagi baik akhlaknya, selain itu Aisyah juga dikenal kecerdasannya terhadap ilmu fiqih maupun pada ilmu kesehatan. Bercermin dari panutan kita semua yakni Aisyah, jauh berbeda dengan realita wanita ...

Kita, Bagai Dua Pendaki

Analogikan bahwa kita adalah dua pendaki, akan menndaki sebuah gunung yang aku ibaratkan sebagai tujuan. Saat mendaki gunung, begitu banyak cerita, keramahan alam dan cerita sepanjang perjalanan aku ibaratkan cerita bahagia kita seperti berbicara di telepon hingga malam lewat, membicarakan sesuatu yang tidak penting tapi menyenangkan, satu room gaming , atau sikap sederhanamu bertanya kabar setiap hari yang aku lewati. Tetapi jalan mendaki gunung juga tidak mudah, curam, banyak terjal, hingga kehabisan bekal ditengah perjalanan, seperti kita saat sesuatu tidak beres terjadi dan kita bertengkar, kadang ada rasa kesabaran yang menemukan solusi agar kita menemukan cara menuju puncak gunung. Tetapi bisa juga pada akhirnya kita berbeda keputusan untuk mengambil jalan yang berbeda menuju puncak. Aku dan kamu ibarat pendaki yang sudah kelelahan. Kita tak bisa melanjutkan perjalanan – kita butuh istirahat, menenangkan diri, dan merenungi keadaan. Jika sudah, kita akan berpikir...